Ia juga menanggapi terkait salah satu mobil armada angkutan minyak milik “PT Five Jaya Abadi” yang membawa minyak Ilegal hasil penyulingan tersebut agar ditelusuri oleh APH.
“Mobil ini merupakan salah satu faktor yang merusak jalan karena muatan yang selalu melebihi tonase.selanjutnya, terjebaknya mobil angkutan minyak ini membuktikan bahwa masih rutinnya Illegal Drilling dan Illegal Redinery beroperasi diwilayah tersebut,”ujarnya.
“Kami minta APH juga memeriksa siapa pemilik armada angkutan minyak Ilegal dengan membawa embel-embel perusahaan tersebut,”pungkasnya.













