Riyan menegaskan, kasus ini menjadi perhatian serius pihaknya karena menyangkut keadilan masyarakat yang menjadi korban Illegal Drilling dan Illegal Refinery.
Proses hukum ini menjadi pertaruhan bagi institusi Polri sebagai penegak hukum yang keadilan dan kepastian hukum tanpa pandang bulu.
“Kinerja Polres Muba sepanjang kepemimpinan Kapolres Muba yang baru masih belum maksimal.kami harap puluhan kasus dari dua praktik Ilegal ini segera tuntas dengan cepat,”tegasnya.
Disebutkannya bahwa Polda Sumsel melalui pernyataan tegas Zero Toleransi terhadap Illegal Drilling dan Illegal Refinery adalah alarm perang yang mulai dinyalakan untuk memberantas praktik bisnis minyak Ilegal yang kini telah terorganisir dan menjadi komponen permainan mafia kelas kakap.
“Komitmen yang disampaikan Polda Sumsel kemarin kan jelas tidak ada toleransi bagi Illegal Drilling dan Illegal Refinery.jika komitmen tersebut tak dijalankan di Musi Banyuasin, artinya Polres Muba memang tidak mampu dan diperlukan pejabat yang memiliki ketegasan dan berintegritas menangani dan menindaklanjuti kasus ini,”pungkasnya.(Efan)













