Ia menegaskan, Pemkab Muba terus memperkuat koordinasi lintas sektor sebagai bagian dari upaya menjaga wilayah Musi Banyuasin dari ancaman kebakaran hutan dan lahan, khususnya pada daerah-daerah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.
Sementara itu, Kepala BPBD Muba Marko Susanto SSTP MSi memaparkan kondisi terkini Karhutla di Kabupaten Musi Banyuasin. Berdasarkan data yang dipaparkan dalam rapat, saat ini tercatat terdapat 192 lokasi kejadian Karhutla di Kabupaten Musi Banyuasin, dengan luas lahan terbakar mencapai 228 hektare. Dari jumlah tersebut, sebanyak 67 lokasi telah dilakukan penanggulangan dan pemadaman.
Sebaran kejadian Karhutla tersebut tersebar di sejumlah kecamatan. Di antaranya Kecamatan Lais tercatat 43 lokasi, Bayung Lencir 41 lokasi, Sekayu 41 lokasi dan Sungai Keruh 30 lokasi. Selain itu, kejadian juga terpantau di Kecamatan Batang Hari Leko sebanyak 11 lokasi, Sanga Desa enam lokasi, Lalan enam lokasi, Lawang Wetan enam lokasi, Sungai Lilin empat lokasi, Plakat Tinggi tiga lokasi, Keluang tiga lokasi, Tungkal Jaya dua lokasi dan Babat Supat dua lokasi.
“Data ini menunjukkan bahwa kewaspadaan harus terus ditingkatkan. BPBD bersama seluruh unsur terkait terus melakukan penanganan dan memperkuat kesiapsiagaan agar setiap kejadian dapat segera direspons,” kata Marko.













