Komitmen tersebut diperkuat dengan kerja sama bersama Pengurus Besar Padel Indonesia (PBPI).
Struktur kepemilikan Padel Time juga melibatkan Ketua PBPI Sumatera Selatan, yang dinilai akan memudahkan koordinasi program pembinaan atlet.
Dari sisi infrastruktur, pembangunan fasilitas ini dilakukan di atas lahan sekitar 1.000 meter persegi dan memakan waktu sekitar enam bulan. Andri menyebut kualitas permukaan lapangan menjadi fokus utama.
“Kami menggunakan teknik khusus untuk memastikan lantai benar-benar super flat. Permukaan yang rata sangat memengaruhi kualitas pantulan bola. Area penonton juga kami buat luas agar nyaman untuk keluarga,” katanya.
Pada masa pembukaan, pengelola memberikan promo beli satu jam gratis satu jam untuk sesi siang dan malam. Fasilitas beroperasi setiap hari pukul 06.00–24.00 WIB.
Dari sisi federasi, M. Arris Alkautsar menyatakan pihaknya akan mendorong sosialisasi padel secara luas, termasuk menyasar kalangan pelajar.
“Kami akan berkoordinasi dengan dinas terkait di tingkat kota dan provinsi. Targetnya membuka ruang bagi anak sekolah untuk berprestasi. Ke depan, kami juga merencanakan liga padel rutin,” ujarnya.(Sandy)













