PJS Muba Ragukan Inventarisasi Koordinat Sumur Minyak yang Dilakukan Koperasi RBS dan PT KBE

Musi Banyuasin,Lensarakyat.net – DPC Pro Jurnalismedia Siber (PJS) Musi Banyuasin menyampaikan keraguannya terhadap pelaksanaan inventarisasi dan pendataan titik koordinat sumur minyak yang dilakukan oleh Koperasi RBS dan PT KBE.

Menurut Ketua PJS Muba Riyansyah Putra SH CMSP, proses inventarisasi tersebut diduga tidak berjalan secara optimal dan dinilai hanya bersifat seremonial. PJS Muba menilai masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu dijelaskan secara terbuka kepada publik, khususnya terkait mekanisme verifikasi terhadap sumur-sumur minyak yang didata.

“Ditahap inventarisasi ini terindikasi kuat terjadinya permainan antara PT KBE dan PT RBS, yang kami menduga dimanfaatkan sebagai momentum untuk melegalkan sumur minyak termasuk sumur minyak baru dengan titik kordinat yang menyalahi BAP 9 Oktober 2025,”ungkapnya.

PJS Muba juga menerima informasi dan mencermati adanya dugaan bahwa sejumlah sumur minyak yang baru dilakukan pengeboran oleh masyarakat turut diinventarisasi dan diberikan titik koordinat oleh kedua pihak tersebut. Apabila dugaan tersebut benar, maka hal itu dinilai bertentangan dengan semangat Berita Acara tanggal 9 Oktober mengenai Verifikasi Mandiri, yang menurut PJS Muba bertujuan melakukan pendataan terhadap sumur-sumur yang telah ada, bukan melegitimasi atau menambahkan sumur minyak ilegal hasil pengeboran baru ke dalam daftar inventarisasi.

“Kami mempertanyakan apakah proses inventarisasi benar-benar mengacu pada ketentuan yang telah disepakati dalam Berita Acara Verifikasi Mandiri tanggal 9 Oktober. Jika benar terdapat sumur baru yang diakuisisi ke dalam pendataan, maka hal tersebut perlu dijelaskan secara transparan kepada publik dan pihak-pihak yang berwenang,” ujar Ketua PJS Muba.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *