Muba Diakui Wujudkan Inovasi Kemandirian Ekonomi lewat PKM hingga Turunkan Angka Kemiskinan

Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi penting karena ukuran keberhasilan PKM bukan hanya berapa banyak bantuan yang disalurkan, melainkan seberapa banyak keluarga yang mampu keluar dari kerentanan ekonomi dan kemudian menjadi lebih produktif serta mandiri.

“Ini yang menjadi semangat kami bersama Bapak Bupati HM Toha Tohet. Kita ingin membangun keluarga yang maju, bukan menciptakan ketergantungan terhadap bantuan. Kalau ekonominya tumbuh, keterampilannya meningkat dan anak-anaknya memiliki akses pendidikan yang lebih baik, maka secara perlahan kualitas kehidupan keluarga juga akan meningkat,” katanya.

Ia menambahkan, capaian penurunan angka kemiskinan Muba dari 12,88 persen menjadi 9,97 persen atau turun 2,91 persen menjadi salah satu indikator bahwa berbagai intervensi pemerintah mulai memberikan dampak nyata. Bahkan, angka tersebut telah berada di bawah rata-rata Provinsi Sumatera Selatan dan berhasil membawa Muba ke level kemiskinan satu digit.

“Penurunan kemiskinan sebesar 2,91 persen ini tentu menjadi kabar baik, tetapi bagi kami bukan alasan untuk berhenti. Justru ini menjadi tantangan untuk terus memastikan keluarga yang sudah mendapatkan intervensi pemerintah benar-benar bisa naik kelas. Penghargaan ini kami dedikasikan untuk masyarakat Muba dan menjadi motivasi untuk bekerja lebih keras lagi,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *