Menurut dia, penanganan karhutla tidak dapat hanya dilakukan ketika api sudah muncul. Pencegahan, pemantauan kondisi lapangan, dan deteksi dini menjadi bagian penting agar potensi kebakaran dapat segera diketahui dan ditangani sebelum meluas.
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Polres Musi Banyuasin, instansi terkait, perusahaan, serta tokoh masyarakat. Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama, mulai dari pencegahan hingga penanganan di lapangan.
Kolaborasi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dunia usaha, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya diharapkan dapat mempercepat respons terhadap setiap potensi titik api sekaligus mengurangi risiko kebakaran yang berdampak terhadap lingkungan, kesehatan, serta aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Kunjungan Mabes TNI juga menjadi bagian dari dukungan terhadap arahan dan instruksi Presiden Republik Indonesia dalam penanganan karhutla secara serius, terpadu, dan berkelanjutan.













