Pemprov Sumsel Resmikan Program Sumsel Health Tourism 2026

Palembang,Lensarakyat.net – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) resmi mendeklarasikan diri sebagai destinasi Healthy Tourism (Wisata Kesehatan) unggulan di Indonesia. Pencanangan ini dilakukan langsung oleh Gubernur Sumsel H. Herman Deru didampingi Wakil Gubernur H. Cik Ujang di Griya Agung Palembang, Jumat (30/1/2026).

Langkah strategis ini menjadi jawaban atas tingginya angka masyarakat Indonesia yang memilih berobat ke luar negeri. Sumsel kini hadir menawarkan layanan medis berkualitas yang dipadukan dengan potensi wisata daerah, menghadirkan pengalaman penyembuhan yang holistik bagi pasien lokal maupun mancanegara.

“Apa yang kita tidak punya? Rumah sakit kita banyak yang lebih bagus, SDM tenaga kesehatan kita kompeten. Kuncinya adalah kepercayaan publik. Kita harus berani menjadi tuan rumah dengan mengedepankan keramah-tamahan dan transparansi layanan,” tegas Herman Deru.

Menurutnya, ketepatan waktu pelayanan dan kepastian biaya menjadi fondasi utama agar masyarakat merasa nyaman dan bangga berobat di dalam negeri, khususnya di Sumatera Selatan.

Asisten I Pemprov Sumsel Apriyadi menambahkan, program ini merupakan langkah “jemput bola” untuk memadukan kekuatan sektor kesehatan dengan potensi budaya dan pariwisata Sumsel yang berdaya saing.

RS Siti Fatimah Jadi Motor Penggerak

Sebagai penggerak utama medical tourism di Sumsel, RS Siti Fatimah disiapkan menjadi pusat pengembangan layanan kesehatan unggulan. Beberapa layanan spesialis yang ditonjolkan antara lain:

Layanan Kardiovaskular (Jantung dan Pembuluh Darah)

Medical Check-Up (MCU) Terpadu

Layanan medis berbasis teknologi mutakhir

Namun, program ini ditegaskan bukan hanya tanggung jawab satu rumah sakit saja.

Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, dr. H. Trisnawarman, M.Kes., Sp.KKLP., Subsp.FOMC., AIFO-K, menyebut pencanangan ini sebagai tugas besar seluruh daerah di Sumsel.

“Ini pekerjaan besar, bukan hanya RS Siti Fatimah. Semua rumah sakit, bupati, wali kota, hingga fasilitas kesehatan harus mendukung. Jangan sampai masyarakat tidak percaya pada layanan kesehatan di Sumatera Selatan,” ujarnya.

Ia menegaskan, Sumsel harus mampu melayani berbagai segmen masyarakat, termasuk pasien yang menginginkan layanan cepat, eksklusif, dan non-BPJS, tanpa mengurangi kualitas layanan secara umum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *