Sementara itu Kepala Disnakertrans Muba, Herryandi Sinulingga, AP, merinci bahwa para peserta dijadwalkan berangkat pada 18 Januari 2026 melalui jalur udara dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang. Seluruh akomodasi di Wisma Widya Patra III, biaya pelatihan, hingga konsumsi selama pendidikan ditanggung sepenuhnya oleh PPSDM Migas melalui dana APBN 2026.
Muba Raih Kuota Terbesar Nasional
Dalam pengumuman resmi nomor B-53/DL.10/BPM/2026, Kabupaten Musi Banyuasin tercatat sebagai daerah yang mendapatkan kuota peserta paling besar dibandingkan daerah lainnya di Indonesia. Berikut adalah sebaran perolehan kuota per daerah:
* Kabupaten Musi Banyuasin: 15 Orang
* Kabupaten Bojonegoro: 14 Orang
* Kabupaten Blora: 10 Orang
* Kabupaten Tuban: 9 Orang
* Kabupaten Kutai Kartanegara: 5 Orang
* Kota Balikpapan: 5 Orang
* Kabupaten Gresik: 5 Orang
* Kabupaten Ogan Ilir: 5 Orang
* Kabupaten Muara Enim: 5 Orang
Rincian Program Pelatihan Peserta Muba
Sebanyak 15 peserta dari Muba terbagi ke dalam tiga konsentrasi keahlian utama:
* K3 Migas Tingkat Operator (Batch-1): 5 Peserta.
* Juru Las (Welding) Batch-1: 5 Peserta.
* Scaffolding Tingkat Operator Dasar (Batch-1): 5 Peserta.
Pelatihan ini akan resmi dibuka pada Senin, 19 Januari 2026, pukul 09.00 WIB di Aula lantai 3 Wing Barat PPSDM Migas, Cepu. Para peserta diwajibkan mematuhi aturan ketat, termasuk mengenakan seragam putih-hitam berdasi saat pembukaan serta menjaga kerapian potongan rambut.
“Kami bangga Muba mendapatkan kepercayaan kuota terbesar dan tahun tahun selanjutnya kiranya tetap mendapatkan quota dai APBN . selain itu Kami berharap para peserta yang beruntung 15 orang kiranya disiplin menyerap ilmu dan pulang membawa keahlian yang dapat meningkatkan daya saing mereka di pasar kerja migas global,” tutup Sinulingga.













