Kolaborasi dengan Wellness dan Pariwisata
Konsep Healthy Tourism yang diusung Sumsel tak hanya berbicara soal pengobatan, tetapi juga wellness. Kolaborasi tengah disiapkan dengan berbagai sektor, seperti:
Pusat kebugaran dan kecantikan
Destinasi wisata
Wisata kuliner
Travel dan biro perjalanan
Karena rumah sakit tidak diperkenankan melakukan promosi komersial langsung, peran biro travel akan menjadi penghubung dalam pengemasan paket wisata kesehatan.
“Kita harus mulai sekarang. Ini tidak semudah membalik telapak tangan. Akan ada kritik dan saran, tapi yang utama adalah membangun kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan dan wellness di Sumsel,” kata Trisnawarman.
Target awal program ini adalah menahan masyarakat Sumsel agar tidak lagi berobat ke luar negeri.
“Kenapa harus ke luar negeri kalau di Palembang sudah lengkap, dokternya baik, fasilitasnya ada? Selama ini mungkin belum dikemas dan dipasarkan dengan baik,” tambahnya.
Pesan Kesehatan untuk Masyarakat
Di tengah musim pancaroba, Dinas Kesehatan Sumsel juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Risiko penyakit seperti diare, demam berdarah, dan infeksi musiman meningkat saat musim hujan.
Masyarakat diimbau menjaga kebersihan lingkungan, mengonsumsi makanan bergizi, serta memperhatikan kondisi kesehatan keluarga.
Dengan semangat “Sumsel Bisa, Sumsel Pacak!”, Sumatera Selatan optimistis mampu bertransformasi menjadi destinasi medis unggulan, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga regional.(Sandy)













