Senada dengan itu, Kepala Bappeda Muba Dr Mursalin SE MM menambahkan bahwa pengembangan biorefineri dan bahan bakar nabati cair sejalan dengan arah pembangunan daerah yang berorientasi pada ekonomi hijau dan berkelanjutan.
Ia menilai proyek ini tidak hanya berdampak pada ketahanan energi nasional, tetapi juga membuka peluang investasi, penyerapan tenaga kerja, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Muba.
“PSN Biorefineri menjadi katalis bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Oleh karena itu, Bappeda Muba terus mengintegrasikan program ini dalam perencanaan pembangunan daerah agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas,” ungkap Mursalin.
Melalui pertemuan ini, diharapkan koordinasi dan sinergi antara Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dan Kementerian ESDM semakin solid, sehingga implementasi PSN Biorefineri dan pengembangan bahan bakar nabati cair dapat berjalan tepat waktu dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan energi nasional yang berkelanjutan.













