Dalam rencana tersebut, manajemen menargetkan pertumbuhan aset sebesar 7 persen dan pertumbuhan kredit sebesar 6 persen. Sementara laba perusahaan direncanakan tumbuh sekitar 8,7 persen.
“Jika dikalkulasikan, total proyeksi pertumbuhan kami berada di kisaran 13 persen.
Target ini kami susun secara realistis dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian,” katan Hendera.
Hendera menegaskan, capaian positif yang diraih hingga saat ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran BPR Sumsel serta dukungan para pemangku kepentingan.
Ia juga memastikan bahwa secara tingkat kesehatan bank, BPR Sumsel berada dalam kondisi sehat.
“Keberhasilan ini tidak terlepas dari kinerja seluruh elemen di BPR Sumsel. Alhamdulillah, berdasarkan penilaian yang ada, BPR Sumsel masuk dalam kategori bank sehat.
terkait dengan adanya aksi Demo yang dilakukan oleh Laskar Garda Prabowo 08 beberapa hari yang lalu Hendera menegaskan, “Tidak ada kredit fiktip yang di duga sebesar 50 Milyaran. ada kredit bermasalah setiap lembaga keuangan ada cuma diselesaikan dengan cara penagihan, lelang, gugatan sederhana selanjutnya itu BPR sumsel akan bekerjasama dengan Datun kejaksaan untuk penyelasaian beberapa debitur kredit bermasalah,” tutup Hendera.













