GPM Muba Sasar Babat Toman, Kendalikan Inflasi dan Tekan Angka Kemiskinan

Sekretaris DKP Muba, Apriyadi menambahkan bahwa GPM adalah hasil kerja tim yang solid, termasuk dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Muba. “Ini adalah salah satu langkah nyata kita untuk menjaga ketersediaan bahan pangan dan mengendalikan inflasi. Bukan hanya pekerjaan DKP, tetapi kerja sama tim dari berbagai pihak, termasuk Inspektur, PPHP, Bagian Perekonomian, dan Forkopimda,” jelas Apriyadi.

Selain GPM, acara ini juga menjadi sorotan karena penyerahan simbolis Bantuan Pengembangan Desa B2SA. Apriyadi menjelaskan, B2SA adalah program nasional yang bertujuan mengedukasi masyarakat tentang pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman. Program ini diharapkan dapat mewujudkan sumber daya manusia yang sehat dan produktif, serta berkontribusi langsung dalam menekan angka stunting.

Bupati Muba, H. Toha Tohet yang diwakili oleh Staf Ahli Bupati Bidang Politik, Hukum, dan Pemerintahan Iskandar Syahrianto, menekankan pentingnya sinergi antara GPM dan B2SA. “TPID bersama pihak terkait harus bekerja sama untuk stabilisasi harga dan menjamin ketersediaan pangan,” ujar Iskandar. Ia juga mengapresiasi program B2SA yang dapat meningkatkan kualitas konsumsi pangan masyarakat.

Iskandar menjelaskan, program B2SA ini diharapkan dapat menjadi stimulus ekonomi bagi masyarakat. Ia mencontohkan, hasil panen dari kelompok B2SA dapat disuplai ke Dapur Umum untuk Makan Bergizi Gratis (SPPG). “Dengan demikian, bahan baku tidak perlu lagi didatangkan dari luar daerah seperti Lubuklinggau atau Palembang,” katanya, seraya menambahkan bahwa Muba memiliki tiga hingga enam SPPG di Babat Toman untuk anak sekolah, ibu hamil, dan balita.

Pada tahun 2025, program B2SA di Muba mengalami peningkatan, menjangkau 19 desa atau kelurahan. Bantuan diserahkan secara simbolis kepada empat kelompok. Dua kelompok tahap penumbuhan (dana Rp75 juta) dari Desa Sumber Rezeki dan Suka Makmur (Kecamatan Plakat Tinggi). Serta dua kelompok tahap pengembangan (dana Rp50 juta) dari Desa Toman (Kecamatan Babat Toman) dan Desa Kemang (Kecamatan Sanga Desa).

Iskandar juga menyampaikan kabar baik terkait keberhasilan pemerintah Muba dalam menekan angka kemiskinan. “Berdasarkan rilis BPS, angka kemiskinan kita mencapai satu digit, yakni 9,85%. Ini turun dua poin dari sebelumnya dan kita berharap dapat terus menekan angka kemiskinan hingga di bawah 5%,” pungkasnya.

“Ini adalah bukti bahwa upaya pengentasan kemiskinan dan pemerataan pembangunan di Muba berhasil kita capai,” pungkas Iskandar, sembari berharap bahwa kegiatan GPM dan B2SA dapat terus dilanjutkan di seluruh wilayah Muba, termasuk di daerah perbatasan yang seringkali kurang mendapatkan akses.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *